BREAKING NEWS

Tekanan PWI terhadap Abdurrahman Hamzah dan Hi. Halik Idris untuk Membantah Penyerahan Uang kepada Sekretaris PWI Hal-Sel.


HALSE, MapsNews.COM - Dugaan adanya tekanan terhadap sejumlah pihak yang disebut pernah menyerahkan uang kepada Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Selatan, Sadam Hadi, kembali menjadi sorotan. Informasi tersebut mencuat di tengah berkembangnya isu mengenai dugaan permintaan atau penerimaan uang dengan nominal yang disebut berkisar antara Rp5 juta hingga Rp30 juta.

Dua nama yang ikut disebut dalam isu tersebut yakni Abdurrahman Hamzah dan Hi. Halik Idris. Keduanya dikabarkan mendapatkan tekanan agar membantah atau tidak mengakui pernah menyerahkan sejumlah uang kepada Sadam Hadi.

Informasi itu disampaikan oleh sumber yang mengaku mengetahui dinamika internal organisasi PWI Halmahera Selatan. Sumber tersebut menyebut, tekanan terhadap kedua pihak menjadi perhatian karena menyangkut nama organisasi profesi wartawan.

Salah seorang anggota pengurus PWI yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan dengan alasan keamanan, berinisial M, mengungkapkan bahwa terdapat pihak-pihak tertentu yang diduga berupaya mempengaruhi Abdurrahman Hamzah dan Hi. Halik Idris agar tidak mengakui adanya transaksi uang tersebut.

“Yang kami dengar ada tekanan agar mereka tidak mengaku pernah menyerahkan uang. Kami menyampaikan ini karena di dalam kepengurusan sendiri sudah mulai muncul rasa tidak saling percaya,” ujar sumber tersebut.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut hubungan antara individu, melainkan sudah membawa nama organisasi. Apabila benar ada pihak yang menggunakan nama PWI untuk kepentingan pribadi, maka persoalan tersebut dinilai perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap organisasi pers.

Sumber lainnya, yang juga disebut merupakan bagian dari kepengurusan PWI dan berinisial A, mengungkapkan kekhawatiran serupa. Ia menilai perlu ada kejelasan mengenai siapa yang meminta uang, untuk kepentingan apa, serta apakah pemberian tersebut benar-benar berkaitan dengan kegiatan organisasi atau justru kepentingan pribadi.

“Ini yang membuat kami prihatin. Jangan sampai ada yang membawa nama PWI, tetapi kepentingannya pribadi. Kalau benar ada uang yang diberikan, harus jelas kepada siapa, untuk apa, dan atas dasar apa,” katanya.

Isu mengenai nominal uang yang disebut berkisar Rp5 juta hingga Rp30 juta tersebut kini menjadi perhatian karena muncul bersamaan dengan berbagai tudingan yang sebelumnya beredar mengenai aktivitas Sadam Hadi yang dikaitkan dengan sejumlah pengusaha di kawasan pertambangan Halmahera Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, dugaan mengenai adanya tekanan terhadap Abdurrahman Hamzah dan Hi. Halik Idris serta dugaan penyerahan uang kepada Sadam Hadi masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut. Publik berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara transparan sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun merusak kepercayaan terhadap PWI sebagai organisasi profesi wartawan. 

Posting Komentar
ADVERTISEMENT