Mahasiswa KKN Universitas Saburai Sukses Rampungkan Pengabdian 30 Hari di Desa Mulyosari kecamatan tanjung sari, kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
Font Terkecil
Font Terbesar
Desa Mulyosari — Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) yang berasal dari berbagai fakultas mulai dari fakultas ekonomi & bisnis, fakultas teknik, fakultas hukum dan fakultas ilmu sosial & ilmu politik resmi telah menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Program pengabdian masyarakat yang berlangsung selama satu bulan penuh ini dimulai sejak pelepasan pada tanggal 15 Juli 2026 hingga penarikan kembali pada tanggal 15 Agustus 2026.
nama DPL ( dosen pendamping lapangan ) :
1. Melinda Safitri, S.E., M.M
NIDN. 0218059103
2. Derry Hendryan, S.H., S.I.P., M.H
NIDN. 0213017601
Selama 30 hari mengabdi, kelompok mahasiswa multidisiplin ini mejalankan serangkaian program kerja terpadu yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan potensi desa, serta peningkatan kualitas sanitasi dan pendidikan lingkungan.
program kerja terdiri dari :
1. sosialisasi anti bullying
Maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun masyarakat, baik secara fisik, verbal, maupun siber (cyberbullying), menjadi ancaman serius bagi perkembangan fisik dan psikologis anak.
Kelompok KKN kami mengusung program kerja sosialisasi anti-bullying sebagai langkah preventif dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran siswa serta masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental anak."
2. mempercantik taman di desa mulyosari
Menghidupkan Kembali Wajah Desa Mulyosari Lewat Penataan Taman. Wajah suatu desa sering kali tercermin dari bagaimana fasilitas publiknya dirawat dan dimanfaatkan. Berangkat dari kesadaran tersebut.
kelompok 01 KKN mulyosari memilih fokus program kerja pada pembenahan dan mempercantik Taman Desa Mulyosari. Keberadaan taman yang asri dan bersih tidak hanya sekadar mempercantik sudut desa, tetapi juga menjadi simpul silaturahmi warga dari pelbagai usia. Langkah revitalisasi ini diambil untuk mengembalikan daya tarik taman sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan yang nyaman, segar, dan membanggakan bagi seluruh warga Desa Mulyosari.
3. sosialisasi dan pembuatan bank sampah
Pemilihan program kerja sosialisasi dan pembentukan bank sampah didasari oleh pentingnya menciptakan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat (community-based waste management). Melalui sosialisasi, masyarakat diberikan pemahaman terkait pemilahan sampah organik dan anorganik.
Selanjutnya, pembentukan bank sampah hadir sebagai sarana penunjang yang memberikan insentif ekonomi berkelanjutan, sehingga mampu mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri.
4. pembuatan plang edukasi sampah
Plang berfungsi sebagai media edukasi pasif yang bekerja 24/7 untuk membiasakan warga mengenali mana sampah yang dapat terurai alami (organik) dan mana yang membutuhkan waktu ratusan tahun (anorganik).
Investasi Jangka Panjang: Berbeda dengan sosialisasi tatap muka yang dampaknya bisa memudar seiring waktu, plang edukasi tetap berdiri dan terus terbaca oleh warga bahkan setelah masa KKN selesai.
5. sosialisasi dan Pembuatan pupuk POC
mahasiswa tidak hanya memberikan solusi praktis atas permasalahan tingginya harga pupuk kimia dan penurunan kualitas tanah, tetapi juga memanfaatkannya sebagai wadah pemberdayaan masyarakat untuk mengolah limbah rumah tangga maupun sampah organik menjadi bahan yang bernilai guna.
Selain proses pembuatannya yang terjangkau, mudah dipraktikkan, dan ramah lingkungan, edukasi POC dirancang agar memiliki dampak jangka panjang—membantu meningkatkan produktivitas pertanian warga secara mandiri sekaligus mendorong kesadaran akan keberlanjutan lingkungan desa.
Ketua kelompok KKN Desa Mulyosari menyampaikan bahwa sambutan hangat dari warga dan aparat desa menjadi kunci keberhasilan seluruh agenda kegiatan. "Selama sebulan di Desa Mulyosari, kami fokus mendampingi warga lewat program-program nyata yang sesuai dengan kebutuhan lokal, mulai dari edukasi masyarakat hingga tata kelola lingkungan," ujarnya.
Kepala Desa Mulyosari beserta jajaran perangkat kecamatan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi 17 mahasiswa Universitas Saburai tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan dampak positif dan energi baru bagi pemuda serta warga setempat melalui inovasi dan sosialisasi yang dibawakan.
Acara pelepasan dan perpisahan yang digelar menjelang kepulangan pada 15 Agustus 2026 berlangsung penuh keakraban. Pihak universitas berharap hasil pengabdian ini tidak hanya menjadi catatan akademis, tetapi juga meninggalkan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan Desa Mulyosari, Lampung Selatan.
daftar nama anggota kelompok 1
1. rico kurniawan ( ketua kelompok )
2. Luthfiya S.C.Z ( wakil ketua kelompok )
3. Geo citra S. ( bendahara )
4. Ratna Pratiwi ( sekretaris )
5. Violla Raya A.D.A.Z ( sekretaris )
6. Marina anggun T ( konsumsi )
7. Nandita F.N ( konsumsi )
8. Nurul Akmalia ( konsumsi )
9. caca tria ayuni ( konsumsi )
10. Ernanda ( perlengkapan )
11. Muhammad Rizki ( perlengkapan )
12. Sabila Najwa ( Pdd )
13. Mery Andani M. ( Pdd )
14. Anggi Maharani ( Pdd )
15. Annisa Damayanti ( Humas )
16. Tahta Fardania M. ( Humas )
17. Muhammad Surya ( Humas )









