Perkuat Ekonomi Umat, JATAM Kota Metro Gelar Pelatihan Unggas Rumahan
Metro – Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kota Metro
menggelar Pelatihan Teknis dan Manajemen Bisnis Unggas Rumahan sebagai upaya
meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan skala
rumah tangga. Kegiatan tersebut
berlangsung di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Utomo, Kota Metro, pada
Ahad, 11 Januari 2026.
Pelatihan ini
diikuti oleh 58 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah pemateri yang kompeten di
bidang peternakan dan kewirausahaan unggas.
Materi yang
disampaikan meliputi optimalisasi lahan sempit, teknik budidaya unggas rumahan,
strategi pakan hemat dan efisien, serta manajemen usaha dan pemasaran hasil
ternak.
Ketua JATAM Kota
Metro, Adi Mustakin, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan
pemahaman praktis kepada masyarakat agar mampu memulai dan mengelola bisnis
unggas rumahan secara berkelanjutan.
“Usaha unggas
rumahan memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga apabila
dikelola dengan manajemen yang tepat. Melalui pelatihan ini, kami ingin
mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah dan
masyarakat umum,” ujarnya.
Selain
penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif. Peserta
diberi kesempatan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam beternak
unggas, mulai dari permodalan, perawatan ternak, hingga pemasaran hasil
produksi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris JATAM Pusat
Fajar Sasora. Saat diwawancarai, ia menyampaikan bahwa Pelantikan JATAM Kota
Metro ini diharapkan menjadi sarana konsolidasi gerakan petani Muhammadiyah
dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal, kemandirian ekonomi umat, serta
pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kota Metro. Selain itu, Lampung
telah ditetapkan sebagai tuan rumah Jambore JATAM Nasional ke-II yang
direncanakan berlangsung pada Juli 2027.
“Saya datang ke Metro untuk melihat langsung ghiroh dan
semangat teman-teman JATAM Kota Metro. Ternyata luar biasa. Dengan semangat
ini, saya optimistis Lampung mampu menyukseskan Jambore JATAM Nasional ke-II,”
ujarnya.
Ia menjelaskan, Jambore Nasional tersebut akan mengundang
seluruh JATAM se-Indonesia, sehingga membutuhkan kesiapan infrastruktur yang
memadai karena diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta.
Sebelumnya, Jambore JATAM pertama yang digelar di Kebumen,
Jawa Tengah, diikuti sekitar 1.500 hingga 2.000 peserta dan terbukti mampu
mendorong aktivasi pemberdayaan petani dan peternak di daerah.
Sementara itu, Ketua JATAM Lampung, Muh. Arif Setiawan,
mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Metro yang
telah membuka pelatihan di Panti Asuhan Muhammadiyah Metro, telah menyediakan
fasilitas dan sarpras pelatihan.
“Insyaallah ilmu yang disampaikan oleh pemateri, drh. Purnama Edi Santosa, dapat bermanfaat.
Setelah ini akan ada rencana tindak lanjut (RTL) bagi peserta yang berminat
bermitra, yang akan kami tindak lanjuti melalui JATAM Kota Metro,” ujarnya.
Ia menambahkan,
pelatihan ini diharapkan mampu menambah wawasan bagi peternak yang telah
berjalan maupun calon peternak yang ingin bermitra dengan JATAM. Melalui
kemitraan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus
memperkuat branding produk unggulan peternakan Lampung.
Sementara itu,
Ketua JATAM Kota Metro, Adi Mustakim, menyampaikan kesiapan JATAM Metro, dalam
menyambut Jambore JATAM Nasional ke-II yang akan digelar di Metro Lampung.
“Kami di JATAM
Kota Metro siap menjadi bagian penting dalam menyukseskan Jambore JATAM
Nasional ke-II. Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi nasional, tetapi
momentum strategis untuk menunjukkan potensi petani dan peternak Lampung,
khususnya Kota Metro,” ungkap Adi
Menurutnya,
pelatihan-pelatihan seperti bisnis unggas rumahan ini menjadi fondasi penting
dalam menyongsong Jambore Nasional, karena menunjukkan keseriusan JATAM dalam
membangun kemandirian ekonomi umat secara nyata dan berkelanjutan.
Pelatihan ditutup
dengan penyerahan sertifikat kepada peserta serta komitmen bersama untuk
memperkuat jejaring kemitraan peternakan unggas rumahan, sekaligus menjadikan
JATAM sebagai wadah pemberdayaan ekonomi umat yang berdaya saing. (Guswir)
